.
.
.
.
Hari ini hari ketiga dinas di Purwakarta, di PT Dunia Daging Food Industries, tau?
Dan Ayah dari pagi udah ngotot mau jemput pulang sore nanti.
.
Ditengah-tengah makan, ayah mulai cerita.
"Sar, ayah nganterin kamu ke abang gocar pas H1 kamu dinas ke Purwakarta tu hari apa?"
"Rabu yah, 15 November",
Trus ayah senyum, ibu juga,
"Nah," sambung ayah, "itu hari terakhir ayah di Mattel.".
.
Lalu hening
.
Lalu hening lagi
.
Aku hanya mencoba mengajak diri berbicara sendiri.
Tapi tak bisa.
.
Lalu hening
.
Sampai juga di fase kehidupan seperti ini.
Seperti orang-orang. Saat diri mulai menginjak usia dewasa dan orang tua masuk fase pensiun.
.
Lalu hening
.
"Om Yusaf juga," sambung ayah lagi, memecah hening. Om Yusaf, teman se geng ayah.
"Kayaknya para bos tau, kalo mau cut yusaf, ya cut iyan juga, kalo mau cut iyan ya cut yusaf juga" canda ayah.
Aku ikut ketawa.
"Udah ngumpul sama om yusaf?"
"Woh, udah, jelas, malemnya langsung ketemuan, sama tante yanti (istri om yusaf), sama om asep (temen segeng lainnya) & tante nur (istri om asep)"
"Jadi cerita nya gimana yah mulai dari awal?"
Trus ayah bercerita.
Sepanjang ayah cerita, yg ada di otak hanya "Aku harus serius kerja, aku harus bantu kuliah ridhwan, aku harus bantu sekolah syifa, aku ga boleh ngerepotin, aku udah harus masuk fase bantu ortu, aku harus...."
Ber-harus-harus berputar-putar dikepala.
Apa sebab menjadi sulung?
Entahlah
.
Tapi taukah apa yang lebih sesak dari semua 'ke-harus-an' itu?
Yaitu menyadari bahwa ayah sudah berumur, untuk tidak mengatakan tua.
Dan aku pun.
Dan kini aku melihat diriku seperti aku melihat bayangan ayah, saat awal awal baru bekerja.
An beginner vs A retiree
Kenapa waktu sangat cepat berjalan.
.
Lalu hening
Lalu waktu seperti berhenti
.
Rasanya pas dengar berita itu aneh. Ada geliat yg baru pernah dirasakan dalam dada, sesak.
.
Per hari esok akan berbeda.
Hari ini mungkin akan menjadi titik balikku.
.
RetireAkhirnya ayah di fase itu