Tuesday, December 25, 2012
The Most merciful
Merry Tuesday!
Selalu saja mengisi blog dalam range waktu yang cukup lama.
FYI, sekarang pemilik blog ini telah menjadi seorang Bendahara 1 Himitepa melalui proses CR.
Eia. sekarang lagi minggu tenang nih, sekarang aja lagi di cikarang. Siap-siap tgl 4 januari tahun depan anak2 IPB mau UAS.
Mumpung libur, dan masih punya gratisan ke dufan, kemarin mbah, ibu, ayah, mbah, aci, kiki, ridhwan, syifa dan aku ke Dunia Fantasi. Menurutku acara ke Dufan kali ini ngak seseru yang seblumnya ah. Satu-satunya yang paling seru dari kesempatan kali ini adalah ayah ikut.
Hari ini, tadi jam 10 pagi, ayah, ibu,pakde, dan aku silaturahmi ke rumah om Saali dan om Pandi. Om Saali sedang ditimpa musibah, setelah sebelumnya mata kanannya kena obeng, beberapa saat kemudian kena PHK, kini dia terserang stroke. Bagian tubuh sebelah kirinya mati rasa. Istrinya dan dia sudah merasa sangat pasrah. Keluarga dari pihak Om Saali pun tidak banyak yang memperhatikan. Kasian.Belum lagi dengan kodisi tempat tinggal yang hanya di kontrakan petakan. Lain om Saali, lain pula Om Pandi. Istrinya diserang Kanker Payudara dan nyaris memasuki stadium IV. Namun semangat hidupnya sangat tinggi. Sekarang kalian pikir, coba kalian bayangkan, bagaimana sih tampilan fisik seorang pengidap kanker Stadium IV? Rambut rontok? Kulit kusam? Badan tak berdaya? Tak ada satupun dari kriteria itu yang bisa kalian temukan dalam dirinya. Dua realita hidup ini benar-benar memberikan bertumpuk-tumpuk pelajaran hidup. Tentang rasa syukur akan kesempatan menikmati kesehatan yang lebih baik, kesempatan memiliki harta yang lebih baik, dan kesempatan memiliki keluarga yang lebih baik. Lalu ada pula pelajaran penting mengenai pikiran dan sugesti dalam diri kita. Ya, kita adalah apa yang kita pikirkan. Ketika kita mau bangkit dan segera bergerak, maka bangkitlah kita, seperti istrinya Om Pandi. Selain kekuasaan Allah SWT, siapa lagi kalau bukan dia yang membuat dirinya sanggup bertahan. Dimana ada kemauan disana Tuhanmu akan memberi jalan
Semoga Allah SWT selalu memnuntun kita ke jalan yang diridhoi-Nya.
Aamiin
Wednesday, December 5, 2012
Bea Cukai
Sudah lama, sejak aku kenal Dwi di SMA, Dwi banyak bercerita tentang kakaknya, Kak Far’ah, dan Kak Jimmi, calon suaminya. Sampai Oktober lalu Dwi menghubungi ku, ia menanyakan kesediaanku untuk menjadi penerima tamu di acara pernikahan kakaknya pada tanggal 2 Desember 2012. Karena merasa pada tanggal itu jadwalku kosong, jadi aku menyetujuinya. Saat itu memang sempat terbesit pikiran kalau mungkin saja pada tanggal itu akan ada acara besar yang bakal sayang untuk dilewatkan. Tapi, ah, mau bagaimana lagi, sudah kepalang janji. Orang tua dan Keluarga ku pun menyambut baik berita ini karena kalau aku jadi penerima tamu pernikahan kakaknya Dwi itu berarti aku pasti bisa pulang di sekitar tanggal tersebut.
Lama… lama… dan lama… sampai ketika sekitar 1 minggu sebelum masuk bulan Desember ramai tersiar kabar bahwa expo & malam puncak Genus (Gebyar Nusantara) akan diadakan pada tanggal 1 Desember 2012. GLEK! Benar saja apa yang kubayangkan sebelumnya, akan ada acara besar. Genus, suatu acara perhelatan antar Ormas Daerah untuk unjuk gigi menampilkan kekayaan budaya mereka yang dapat berupa seni , kuliner, teknologi, tempat wisata, dan lain-lain. Memang, acara Genus diadakan 1 hari sebelum acara berlangsung, tapi tetap saja tidak mungkin karena acara Genus biasanya baru selesai jam 11 malam sementara esok harinya aku harus stand by di Gedung Bea Cukai Rawamangun jam 5 pagi! Namun disinilah keprofesionalitasku diuji. Mau tidak mau, ini janji bung. Ini belum termasuk permohonan Ibu supaya tanggal 30 Novembernya aku ke Cikarang terlebih dahulu untuk menghadiri Bazaar dan Tabligh akbar yang diadakan di Yayasan An-Nur Rahman, SMP-nya Ridhwan. Akhirnya, tanggal 1 Desember jam 6 pagi aku bertolak ke Cikarang. Sesampainya di Cikarang langsung diantar ayah ke An-Nur. Acara disana cukup meriah, Aa Hadi bersama istrinya, Che che Kirani datang pula. Ibu selaku Komite yang menjadi panitia mengenakan Kafta berwarna merah fanta dengan jilbab hijau tosca. Cukup hebring untuk ukuran Ibu yang tak pernah memakai kafta, apalagi dalam kondisi acara outdoor pada siang hari. Malamnya, barulah kami sekeluarga ke Rumah Mbah di Jakarta, kebetulan, Pakde Budi baru datang dari Jambi.
Esok subuhnya, aku datang telat, jam 5.15 am. Arista (temanku yang juga menjadi penerima tamu) sudah ada disana sejak jam 5 tepat, sementara yang lain, belum ada yang datang, pun kelurga Dwi. Hanya ada beberapa abang-abang yang sedang mendekorasi gedung (tunggu, jam segini mereka baru mendekorasi gedung? -_-a ). Salah satu dari mereka bahkan tepar di red-carpet, posisinya persis seperti korban pembunuhan. Jam setengah tujuh-an barulah kakaknya Dwi dan pihak make-up datang. It was time to make over! We were like wearing a mask, you know lah… Foundation, bedak padat, lip gloss, mascara, blush on, eye shading, etc. Huft…
(to be continued)
Saturday, September 1, 2012
Techno F 2012, Spektakuler 48!
MPF
Kalian tahu apa itu MPF? Masa Perkenalan Fakultas atau sederhananya sebut saja Ospek Fakultas. Institut Pertanian Bogor dan berbagai Institut lainnya di Indonesia punya timeline yang berbeda dengan universitas soal acara yang satu ini. Kalau di Universitas Ospek jurusan, fakultas, dan universitas semuanya dilakukan di tahun pertama, maka di Institut hanya Ospek Institutnya saja yang dilakukan di tahun pertama, sedangkan ospek fakultas dan jurusan dilakukan di tahun kedua. Kok bisa begitu? Ya, karena khusus di Institut pada tahun pertama semua mahasiswa tidak langsung masuk jurusannya masing-masing, tetapi mereka harus melewati masa penyetaraan dahulu yang bisaa disebut TPB (Tingkat Persiapan Bersama), pada tahun kedua kami baru diperkenalkan dengan dunia kampus yang sebenarnya. Nah, kembali lagi ke judul awal, eM-Pe-eF, Masa Perkenalan Fakultas, maka disini aku akan berbagi kisah tentang masa-masa MPF ku yang sangat Spektakuler. Sebagai perkenalan saja, Masa Perkenalan Fakultas Teknologi Pertanian, fakultasku, berlangsung selama 3 hari, 26-28 Agustus 2012. Oh ya, sebelum ini kami sudah melakukan pra-MPF I, II, dan III, serta sekitar tujuh kali kumpul AK (Anggota Keluarga) untuk pembuatan marka, maket, buku tugas, yel-yel dan Jargon. Aku tergabung dalam AK 6-Suku Flores, Marga 2-Australoid (gabungan AK 5,6,7,dan 8), dan baik AK maupun Marga diketuai oleh Rhefa. OK, let us check it all out!
MPF HARI I : 26 Agustus 2012
Hari ini hari Minggu dan jam setengah enam pagi, saat para pedagang pasar kaget Bara sedang mempersiapkan lapaknya, aku sudah berlari-lari menuju depan Auditorium AMN. Sempat ketar-ketir juga karena subuh tadi air di kosan mati dan baru menyala di menit-menit mendekati setengah enam, belum lagi tugas essay ‘Teknologi Pertanian Indonesia’ dan ‘Spectacular of Me’ yang harus dikumpulan hari ini, sementara aku baru menyalin dari soft copy tadi malam. Aku jadi terbayang pemandangan tadi malam di Bara yang penuh sesak dengan mahasiswa yang menyerbu warnet, fotocopy, cetak foto dan tempat penjual ATK, Bara layaknya lautan manusia yang bahkan untuk berjalan pun susah.
Well, opening ceremony dilakukan di lapangan depan AMN. Kami mendapatkan sambutan dari Pak Dekan, Pak Sam Herodian, yang selama ini hanya bisa kulihat dari brosur dan dunia maya. Seperti pembukaan acara-acara lainnya, kami bernyanyi lagu kebagsaan ‘Indonesia Raya’ dan dilanjutkan dengan lagu Hymne IPB, dan Mars FATETA. Pak Dekan sempat kesal karena ternyata banyak mahasiswanya yang belum hafal kedua lagu yang terakhir. Sasarannya, Delmar, sang ketua Angkatan, yan ditegur Pak Dekan saat penyematan name-tag peserta, tanda resmi dimulainya acara ini. Setelah upacara selesai, kami disuruh menyanyikan yel-yel Techno F 2012 (beserta gerakan tentunya). Peserta ada yang disuruh maju ke podium, dan aku, jadi tumbal AK6. =_= Acara hari ini diisi dengan jelajah FATETA dan berbagai Materi dari berbagai sumber. Saat FATETA Tour, Kami dibagi menjadi 10 kelompok, AK ganjil dipasangkan dengan AK genap, itu berarti AK kami dipasangkan dengan tetangga kami AK 5, kami menjadi AK besar (sebutan seperti kelas besar saat TPB). Kami menjelajahi Stand Himpro, Markas Himpro, Markas Bem-F, Markas FBI (Forum Bina Islami, atau Lembaga Dakwahnya Fateta), DPM F, Kantin Sapta, UPT, dan Al-Fath (masjid Fateta punya). Setelah Fateta Tour, acara selanjutnya yaitu Materi-materi. Materi pertama tentang berbagai jenis Lembaga Kemahasiswaan yang ada di Fateta, yaitu Bem-F, DPM F, HIMATETA (Himpro TMB), HIMITEPA (Himpro ITP), HIMALOGIN (Himpro TIN), dan HIMATESIL (Himpro SIL), ya kurang lebih mengulang dari yang sudah kita dapatkan di Tour Fateta tadi. Selanjutnya ada materi dari beberapa mahasiswa yang berprestasi dalam ajang PIMNAS 2012 (3 mendali emas disumbangkan TMB Fateta loh) dan lomba yang diadakan IFT Juli lalu. Kami diberikan berbagai wenjangan dan kiat-kiat khusus yang sekiranya dapat memacu kita dalam menjalani kehidupan di Fateta. Oh ya, seorang Dosen TMB yang kemarin menjadi dosen pembimbing Tim yang menang juga turut mengisi materi loh. Pada Hari Pertama ini pun 3 besar AK pemenang maket harus mempresentasikan hasil karyanya. And Guess what?! We were including those BIG THREE! Sayangnya, mungkin karena terlalu senang, terlalu grogi, atau apalah, Samsul sebagai jubir utama terbata-bata mempresentasikan masterpiece-nya. But it’s OK.
MPF HARI II : 27 Agustus 2012
Kaos dan sepatu olah raga, celana training, air mineral 1,5 liter, alat-alat kebersihan, jelas sudah bahwa tak akan ada acara indoor hari ini. Acara dibuka dengan aerobic bersama dan dilanjutkan dengan GBF (Gerakan Bersih-bersih Fateta). Kemudian, ini dia acara yag paling kami tunggu-tunggu, OUTBOND! Jadi, ada 10 Pos yang memiliki 10 games, setelah melewati 10 pos tersebut, secara serentak semua AK akan berkumpul di pos kesebelas. Di Pos pertama kami, pos 3, kami harus memecahkan sandi di selembar kertas dan melakukan perintah yang ada di kertas tersebut. Pesannya ternyata cukup sederhana, kami hanya harus menyanyikan semua lagu yang ada di buku tugas, yaitu Indonesia Raya, Hymne IPB, Mars Fateta, dan Mars Techno-F. AK kami menang dari AK5, lawan pertama kami. Permulaan yang cukup baik, tetapi kami tak boleh cepat berpuas diri. Setelah itu kami menutu pos 2, sementara AK menuju pos 4, begitu peratuannya. Di pos selanjutnya kami dikalahkan AK1 dalam games mengambil gulungan kertas-kertas kecil dalam sebuah baskom yang berisi tepung terigu (specifically, kunci biru) dengan menggunakan mulut a.k.a gigi. Gulungan kertas yang terkumpul kemudian disusun menjadi sebuah lirik lagu dan kami disuruh menebak judul lagu dan penyanyinya, serta, tentu saja, menyanyikannya. Yah, walaupun telat, kami tetap menyanyikan lagu Panah asmaranya kak Barli, eeh… Afgan maksudnya. Di post ketiga, kami melawan AK 17. Tugas kami yaitu melewati jaring laba-laba beracun tanpa menyentuh talinya, yang menyentuh, tersentuh, atau apalah itu, akan mati. AK yang anggota nya paling banyak melewati jaring, atau yang paling sedikit mati, menjadi pemenang. AK kami bisa Berjaya lagi kali ini. Kak Rima dan Kak Imam sempat datang tadi untuk menilai yel-yel dan jargon AK. Aku, selaku PJ yel-yel, mengumpulkan kekuatan AK6 untuk total dalam ber-yel-yel. Di pos selenjutnya, kami harus memasukkan semua anggota AK ke dalam selembar kertas tanpa ada kontak fisik antar anggota AK. Samsul, sohib kita yang paling kreatif, berinisiatif untuk merobek bagian dalam kertas tersebut sehingga berbentuk seperti sebuah frame, lalu menyuruh Kak Dwi (PJ Pos) untuk melihat kami yang berpose dari dalam lubang kertas tersebut. VOILA! Mirip seperti sebuah foto. AK kami mutlak mengalahkan AK 13. Entah kenapa dari semua pos, aku paling suka pertarungan di pos ini. Pos selanjutnya, kami harus melawan AK 9 di Alhur dengan cara mengisi pipa yang bocor dengan air. Caranya, ya dengan bahu membahu menutup lubang-lubang di pipa tersebut. Lagi-lagi, menang lagi. Di pos keenam, kami bertemu tetangga kami lagi, AK 5, dengan baju penuh lumpur, Delmar yang merupakan anggota AK 5 mengatakan bahwa dia pesimis pada permainan di pos ini karena sudah terlalu letih kelompoknya di pos sebelumnya, ditambah salah seorang AKnya yang sakit pinggang. Tapi tebakan Delmar meleset, AK nya menang tipis dari kami. Kenapa aku bilang tipis? Soalnya waktu antara AK kami dan AK nya saat memasukkan paku kedalam botol sangat tipis. Pernah melihat tentara yang melewati kolong kawat yang rendah dengan cara merayap? Kami melakukan hal tersebut di pos ke tujuh. Bedanya, kawat diganti tali raffia dengan banyak bendera kecil yang diselipkan diantara tali-tali tersebut. Lagi-lagi kami bintang kami dicuri AK 1. Dengan tubuh penuh lumpur, kami lanjut ke pos ke delapan. Kekecewaan kami agak terbayar disini, karena kami berhasil mengalahkan AK17, walaupun di pos selanjutnya harus dikalahkan oleh AK13. Total, kami hanya melewati 9 pos karena waktu yang disediakan panitia tidak mencukupi. Selanjutnya kami digiring menuju lkapangan Gymnasium untuk Foto Angkatan. Whuah, cuaca saat itu benar-benar panas. Anak-anak angkatan kami disusun menjadi kata “FATETA 48”. Anggota AK kami dipencar-pencar. Rhefa, Samsul, dan Josh berada di huruf ‘A’ terakhir. Denny, Subki, Retri, Muksin, Salman, Zaenal, Rifa, Silvi, Puspa, Devi, Faham, dan aku berada di angka ‘4’. Sementara Angga dibawa panitia entah ke karakter apa. Setelah agak lama kami luntang-lantung seperti pengungsi illegal, ternyata anak-anak masih tersisa banyak, padahal kami sudah menyusun kata ‘Fateta 48’, mau tidak mau, karakter harus ditambah. Jadilah sebuah emot, titik dua senyum, untung bukan titik dua bintang :* dan Angga, ternyata termsuk ke dalam orang-orang yang tersisa tersebut. Ck..ck..ck.. kasihan… Setelah sesi pemotretan selesai, kami pun diperbolehkan pulang sejenak, dengan syarat jam setengah 3 harus sudah berkumpul di depan AMN. Jadilah kami buru-buru. Terutama kami para pengisi acara pensi angkatan. Sekembalinya kami pukul 14.30, panitia menyiapkan menu utama ‘Batalyon Merah’ yang Sumpah keren banget dan LAKI banget! (Giliran acara kayak gini aja, kagak ada yang tidur). Setelah itu, peserta diperbolehkan sholat ashar, lalu, menonton pertunjukkan kami. It’s the Show Time! *lihat kisah selengkapnya di postingan sebelum ini.
MPF HARI III : 28 Agustus 2012
Hari ini hari resmi, hari anggun. Hari dimana kita harus mengenakan kemeja putih dengan jaket almamater. Hari dimana kami benar-benar indoor (di CCR men…!). Hari ketika lima alumni Fateta berbagi kisahnya dengan kita, Pak Beni Wahyudi dari Kementerian Perindustrian memberikan kuliah umum, dan setiap Ketua Departemen mempresentasikan tentang departemennya masing-masing. Hari ketiga ini istimewa banget, salah satunya aja menu makanan paling enak hari ini. Aku sampai membagi-bagikan tempe kering yang kudapat ke teman-teman AK ku, mereka juga berpikir hal yang sama, oia ayam kecapnya pun katanya enak pula, tapi sayang aku sedang dilarang makan ayam oleh dokter. Hampir lupa, kami juga dicekoki dengan motivation training dari Motivadrenalin yang kocak tapi haru banget. Bagian paling spektakuler dari hari ketiga ini adalah ketika Pak Dekan meresmikan kami sebagai Mahasiswa FATETA 2012 dan ketika panitia mengumumkan para pemenang berbagai kategori penilaian selama Techno F 2012 ini. Ada 9 kategori penilaian dalam award-award-an ini, yaitu kategori AK terperkasa, Ketua AK terbaik (AK 6 masuk nominasi), bangunan dari buku tugas terkece, Marka terbaik (yang ini kita nggak mungkin banget masuk), buku tugas terniat (Yustika menang bo), essay ‘Spectacular of me’ terbaik, essay ‘Teknologi Pertanian di Indonesia’ terbaik, Maket terbaik, dan Yel-yel dan Jargon Terbaik. Untuk kategori maket terbaik kami hanya mampu menjadi Runner up, sayang sekali, tapi kami sudah cukup bangga untuk masuk 3 besar. Hal yang tidak kusangka-sangka (tetap teman-teman ku sangka) adalah keluarnya kami sebagai pemenang Yel-yel dan Jargon terbaik! Saat panitia menyebut AK kami sebagai pemenang pun sontak kami langsuk bersorak kemuadian berdiri dan mengguncangkan CR dengan Yel-yel dan Jargon kami yang total banget! Whuaaaaaaa! There are no words that can describe my happiness on that time! Kami diberikan Sebuah mahkota SPEKTAKULER 48 dan sebuah kalung Beng-Beng. What a wonderful time!
Pulangnya, setelah halal bi halal dengan panitia, kami AK 6 pun berkumpul sebentar untuk berbincang-bincang ria, meluapkan segala perasaan kami di Techno-F. Haru dan seru banget deh pokoknya. Setelah itu, kami pulang bersama-sama dipenuhi tawa di sekujur wajah. Hahaha…
Cukup AK 6 Ajje… :*
Kalian tahu apa itu MPF? Masa Perkenalan Fakultas atau sederhananya sebut saja Ospek Fakultas. Institut Pertanian Bogor dan berbagai Institut lainnya di Indonesia punya timeline yang berbeda dengan universitas soal acara yang satu ini. Kalau di Universitas Ospek jurusan, fakultas, dan universitas semuanya dilakukan di tahun pertama, maka di Institut hanya Ospek Institutnya saja yang dilakukan di tahun pertama, sedangkan ospek fakultas dan jurusan dilakukan di tahun kedua. Kok bisa begitu? Ya, karena khusus di Institut pada tahun pertama semua mahasiswa tidak langsung masuk jurusannya masing-masing, tetapi mereka harus melewati masa penyetaraan dahulu yang bisaa disebut TPB (Tingkat Persiapan Bersama), pada tahun kedua kami baru diperkenalkan dengan dunia kampus yang sebenarnya. Nah, kembali lagi ke judul awal, eM-Pe-eF, Masa Perkenalan Fakultas, maka disini aku akan berbagi kisah tentang masa-masa MPF ku yang sangat Spektakuler. Sebagai perkenalan saja, Masa Perkenalan Fakultas Teknologi Pertanian, fakultasku, berlangsung selama 3 hari, 26-28 Agustus 2012. Oh ya, sebelum ini kami sudah melakukan pra-MPF I, II, dan III, serta sekitar tujuh kali kumpul AK (Anggota Keluarga) untuk pembuatan marka, maket, buku tugas, yel-yel dan Jargon. Aku tergabung dalam AK 6-Suku Flores, Marga 2-Australoid (gabungan AK 5,6,7,dan 8), dan baik AK maupun Marga diketuai oleh Rhefa. OK, let us check it all out!
MPF HARI I : 26 Agustus 2012
Hari ini hari Minggu dan jam setengah enam pagi, saat para pedagang pasar kaget Bara sedang mempersiapkan lapaknya, aku sudah berlari-lari menuju depan Auditorium AMN. Sempat ketar-ketir juga karena subuh tadi air di kosan mati dan baru menyala di menit-menit mendekati setengah enam, belum lagi tugas essay ‘Teknologi Pertanian Indonesia’ dan ‘Spectacular of Me’ yang harus dikumpulan hari ini, sementara aku baru menyalin dari soft copy tadi malam. Aku jadi terbayang pemandangan tadi malam di Bara yang penuh sesak dengan mahasiswa yang menyerbu warnet, fotocopy, cetak foto dan tempat penjual ATK, Bara layaknya lautan manusia yang bahkan untuk berjalan pun susah.
Well, opening ceremony dilakukan di lapangan depan AMN. Kami mendapatkan sambutan dari Pak Dekan, Pak Sam Herodian, yang selama ini hanya bisa kulihat dari brosur dan dunia maya. Seperti pembukaan acara-acara lainnya, kami bernyanyi lagu kebagsaan ‘Indonesia Raya’ dan dilanjutkan dengan lagu Hymne IPB, dan Mars FATETA. Pak Dekan sempat kesal karena ternyata banyak mahasiswanya yang belum hafal kedua lagu yang terakhir. Sasarannya, Delmar, sang ketua Angkatan, yan ditegur Pak Dekan saat penyematan name-tag peserta, tanda resmi dimulainya acara ini. Setelah upacara selesai, kami disuruh menyanyikan yel-yel Techno F 2012 (beserta gerakan tentunya). Peserta ada yang disuruh maju ke podium, dan aku, jadi tumbal AK6. =_= Acara hari ini diisi dengan jelajah FATETA dan berbagai Materi dari berbagai sumber. Saat FATETA Tour, Kami dibagi menjadi 10 kelompok, AK ganjil dipasangkan dengan AK genap, itu berarti AK kami dipasangkan dengan tetangga kami AK 5, kami menjadi AK besar (sebutan seperti kelas besar saat TPB). Kami menjelajahi Stand Himpro, Markas Himpro, Markas Bem-F, Markas FBI (Forum Bina Islami, atau Lembaga Dakwahnya Fateta), DPM F, Kantin Sapta, UPT, dan Al-Fath (masjid Fateta punya). Setelah Fateta Tour, acara selanjutnya yaitu Materi-materi. Materi pertama tentang berbagai jenis Lembaga Kemahasiswaan yang ada di Fateta, yaitu Bem-F, DPM F, HIMATETA (Himpro TMB), HIMITEPA (Himpro ITP), HIMALOGIN (Himpro TIN), dan HIMATESIL (Himpro SIL), ya kurang lebih mengulang dari yang sudah kita dapatkan di Tour Fateta tadi. Selanjutnya ada materi dari beberapa mahasiswa yang berprestasi dalam ajang PIMNAS 2012 (3 mendali emas disumbangkan TMB Fateta loh) dan lomba yang diadakan IFT Juli lalu. Kami diberikan berbagai wenjangan dan kiat-kiat khusus yang sekiranya dapat memacu kita dalam menjalani kehidupan di Fateta. Oh ya, seorang Dosen TMB yang kemarin menjadi dosen pembimbing Tim yang menang juga turut mengisi materi loh. Pada Hari Pertama ini pun 3 besar AK pemenang maket harus mempresentasikan hasil karyanya. And Guess what?! We were including those BIG THREE! Sayangnya, mungkin karena terlalu senang, terlalu grogi, atau apalah, Samsul sebagai jubir utama terbata-bata mempresentasikan masterpiece-nya. But it’s OK.
MPF HARI II : 27 Agustus 2012
Kaos dan sepatu olah raga, celana training, air mineral 1,5 liter, alat-alat kebersihan, jelas sudah bahwa tak akan ada acara indoor hari ini. Acara dibuka dengan aerobic bersama dan dilanjutkan dengan GBF (Gerakan Bersih-bersih Fateta). Kemudian, ini dia acara yag paling kami tunggu-tunggu, OUTBOND! Jadi, ada 10 Pos yang memiliki 10 games, setelah melewati 10 pos tersebut, secara serentak semua AK akan berkumpul di pos kesebelas. Di Pos pertama kami, pos 3, kami harus memecahkan sandi di selembar kertas dan melakukan perintah yang ada di kertas tersebut. Pesannya ternyata cukup sederhana, kami hanya harus menyanyikan semua lagu yang ada di buku tugas, yaitu Indonesia Raya, Hymne IPB, Mars Fateta, dan Mars Techno-F. AK kami menang dari AK5, lawan pertama kami. Permulaan yang cukup baik, tetapi kami tak boleh cepat berpuas diri. Setelah itu kami menutu pos 2, sementara AK menuju pos 4, begitu peratuannya. Di pos selanjutnya kami dikalahkan AK1 dalam games mengambil gulungan kertas-kertas kecil dalam sebuah baskom yang berisi tepung terigu (specifically, kunci biru) dengan menggunakan mulut a.k.a gigi. Gulungan kertas yang terkumpul kemudian disusun menjadi sebuah lirik lagu dan kami disuruh menebak judul lagu dan penyanyinya, serta, tentu saja, menyanyikannya. Yah, walaupun telat, kami tetap menyanyikan lagu Panah asmaranya kak Barli, eeh… Afgan maksudnya. Di post ketiga, kami melawan AK 17. Tugas kami yaitu melewati jaring laba-laba beracun tanpa menyentuh talinya, yang menyentuh, tersentuh, atau apalah itu, akan mati. AK yang anggota nya paling banyak melewati jaring, atau yang paling sedikit mati, menjadi pemenang. AK kami bisa Berjaya lagi kali ini. Kak Rima dan Kak Imam sempat datang tadi untuk menilai yel-yel dan jargon AK. Aku, selaku PJ yel-yel, mengumpulkan kekuatan AK6 untuk total dalam ber-yel-yel. Di pos selenjutnya, kami harus memasukkan semua anggota AK ke dalam selembar kertas tanpa ada kontak fisik antar anggota AK. Samsul, sohib kita yang paling kreatif, berinisiatif untuk merobek bagian dalam kertas tersebut sehingga berbentuk seperti sebuah frame, lalu menyuruh Kak Dwi (PJ Pos) untuk melihat kami yang berpose dari dalam lubang kertas tersebut. VOILA! Mirip seperti sebuah foto. AK kami mutlak mengalahkan AK 13. Entah kenapa dari semua pos, aku paling suka pertarungan di pos ini. Pos selanjutnya, kami harus melawan AK 9 di Alhur dengan cara mengisi pipa yang bocor dengan air. Caranya, ya dengan bahu membahu menutup lubang-lubang di pipa tersebut. Lagi-lagi, menang lagi. Di pos keenam, kami bertemu tetangga kami lagi, AK 5, dengan baju penuh lumpur, Delmar yang merupakan anggota AK 5 mengatakan bahwa dia pesimis pada permainan di pos ini karena sudah terlalu letih kelompoknya di pos sebelumnya, ditambah salah seorang AKnya yang sakit pinggang. Tapi tebakan Delmar meleset, AK nya menang tipis dari kami. Kenapa aku bilang tipis? Soalnya waktu antara AK kami dan AK nya saat memasukkan paku kedalam botol sangat tipis. Pernah melihat tentara yang melewati kolong kawat yang rendah dengan cara merayap? Kami melakukan hal tersebut di pos ke tujuh. Bedanya, kawat diganti tali raffia dengan banyak bendera kecil yang diselipkan diantara tali-tali tersebut. Lagi-lagi kami bintang kami dicuri AK 1. Dengan tubuh penuh lumpur, kami lanjut ke pos ke delapan. Kekecewaan kami agak terbayar disini, karena kami berhasil mengalahkan AK17, walaupun di pos selanjutnya harus dikalahkan oleh AK13. Total, kami hanya melewati 9 pos karena waktu yang disediakan panitia tidak mencukupi. Selanjutnya kami digiring menuju lkapangan Gymnasium untuk Foto Angkatan. Whuah, cuaca saat itu benar-benar panas. Anak-anak angkatan kami disusun menjadi kata “FATETA 48”. Anggota AK kami dipencar-pencar. Rhefa, Samsul, dan Josh berada di huruf ‘A’ terakhir. Denny, Subki, Retri, Muksin, Salman, Zaenal, Rifa, Silvi, Puspa, Devi, Faham, dan aku berada di angka ‘4’. Sementara Angga dibawa panitia entah ke karakter apa. Setelah agak lama kami luntang-lantung seperti pengungsi illegal, ternyata anak-anak masih tersisa banyak, padahal kami sudah menyusun kata ‘Fateta 48’, mau tidak mau, karakter harus ditambah. Jadilah sebuah emot, titik dua senyum, untung bukan titik dua bintang :* dan Angga, ternyata termsuk ke dalam orang-orang yang tersisa tersebut. Ck..ck..ck.. kasihan… Setelah sesi pemotretan selesai, kami pun diperbolehkan pulang sejenak, dengan syarat jam setengah 3 harus sudah berkumpul di depan AMN. Jadilah kami buru-buru. Terutama kami para pengisi acara pensi angkatan. Sekembalinya kami pukul 14.30, panitia menyiapkan menu utama ‘Batalyon Merah’ yang Sumpah keren banget dan LAKI banget! (Giliran acara kayak gini aja, kagak ada yang tidur). Setelah itu, peserta diperbolehkan sholat ashar, lalu, menonton pertunjukkan kami. It’s the Show Time! *lihat kisah selengkapnya di postingan sebelum ini.
MPF HARI III : 28 Agustus 2012
Hari ini hari resmi, hari anggun. Hari dimana kita harus mengenakan kemeja putih dengan jaket almamater. Hari dimana kami benar-benar indoor (di CCR men…!). Hari ketika lima alumni Fateta berbagi kisahnya dengan kita, Pak Beni Wahyudi dari Kementerian Perindustrian memberikan kuliah umum, dan setiap Ketua Departemen mempresentasikan tentang departemennya masing-masing. Hari ketiga ini istimewa banget, salah satunya aja menu makanan paling enak hari ini. Aku sampai membagi-bagikan tempe kering yang kudapat ke teman-teman AK ku, mereka juga berpikir hal yang sama, oia ayam kecapnya pun katanya enak pula, tapi sayang aku sedang dilarang makan ayam oleh dokter. Hampir lupa, kami juga dicekoki dengan motivation training dari Motivadrenalin yang kocak tapi haru banget. Bagian paling spektakuler dari hari ketiga ini adalah ketika Pak Dekan meresmikan kami sebagai Mahasiswa FATETA 2012 dan ketika panitia mengumumkan para pemenang berbagai kategori penilaian selama Techno F 2012 ini. Ada 9 kategori penilaian dalam award-award-an ini, yaitu kategori AK terperkasa, Ketua AK terbaik (AK 6 masuk nominasi), bangunan dari buku tugas terkece, Marka terbaik (yang ini kita nggak mungkin banget masuk), buku tugas terniat (Yustika menang bo), essay ‘Spectacular of me’ terbaik, essay ‘Teknologi Pertanian di Indonesia’ terbaik, Maket terbaik, dan Yel-yel dan Jargon Terbaik. Untuk kategori maket terbaik kami hanya mampu menjadi Runner up, sayang sekali, tapi kami sudah cukup bangga untuk masuk 3 besar. Hal yang tidak kusangka-sangka (tetap teman-teman ku sangka) adalah keluarnya kami sebagai pemenang Yel-yel dan Jargon terbaik! Saat panitia menyebut AK kami sebagai pemenang pun sontak kami langsuk bersorak kemuadian berdiri dan mengguncangkan CR dengan Yel-yel dan Jargon kami yang total banget! Whuaaaaaaa! There are no words that can describe my happiness on that time! Kami diberikan Sebuah mahkota SPEKTAKULER 48 dan sebuah kalung Beng-Beng. What a wonderful time!
Pulangnya, setelah halal bi halal dengan panitia, kami AK 6 pun berkumpul sebentar untuk berbincang-bincang ria, meluapkan segala perasaan kami di Techno-F. Haru dan seru banget deh pokoknya. Setelah itu, kami pulang bersama-sama dipenuhi tawa di sekujur wajah. Hahaha…
Cukup AK 6 Ajje… :*
Tuesday, August 28, 2012
Just Parody of Break- Fateta 48
#masih suasana MPF
MPF (Masa Perkenalan Fakultas) merupakan masa-masa yang penuh tugas, mulai dari tugas individual,kelompok/ AK, Marga, dan bahkan angkatan. Untuk tugas angkatan bisa dikatakan tugas yang paling berat, karena ada banyak kepala yang harus diatur. Kali ini, panitia dari divisi Tim Kreatif menugaskan kami untuk membuat sebuah pensi angkatan. Dengan Rhefa sebagai koordinator sekaligus sutradara drama untuk pensi, bergabunglah 20 relawan dari Fateta 48 yang mengorbankan waktu liburannya untuk latihan (walaupun setiap latihan nggak selalu lengkap). Gue pribadi, yang nggak ikut saat pembuatan konsep awal, penempatan peran, dan dubbing, cukup khawatir saat pertama ikut latihan. Walaupun gue selalu mendapat update-an berita-berita dan file-file yang di perlukan dari Rhefa,tapi tetap aja,gue nggak tau muka lawan-lawan main gue (selain Rhefa dan Devi yang se-AK dan anak-anak ITP tentunya), dan gue nggak tau juga sikon disana. Selain itu,awalnya gue juga cukup khawatir saat membaca naskah. It's ok, gue sadar kalo gue gabut diawal dan konsekuensinya adalah gue harus menerima peran apapun yang dilemparkan ke gue. Hanya saja, kenapa harus jadi penjual *tutut???? _-_
*tutut:hewan aneh sejenis keong yang biasanya ditemukan di sawah. Dapat menimbulkan efek aneh dan trauma mendalam jika salah mengolah dan/atau mengonsumsi diatas porsi yang wajar (berdasarkan pengalaman pribadi saat mengikuti acara lapang di Halimun).
Awalnya (lagi), gue sempat ragu untuk meneruskan keikutsertaan gue karena sulitnya mencari waktu untuk latihan di Bogor terutama disaat libur bulan puasa seperti ini, ketika gue harus bantuin ibu gue memroduksi dan mendistribusikan pastry-pastry ta'jilan brand-nya. Untungnya, hal tersebut dapat diatasi. Tanggal 11 Agustus 2012, gue latihan perdana. Gue datang ke Bogor langsung dari Cikarang Baru hari itu juga. Sialnya, gue kesiangan dan kejebak macet di tol bersama puluhan (atau jangan-jangan ratusan???)kontainer dari berbagai jenis pabrik di Cikarang, resiko tinggal di kota industri. Akhirnya, jam 1 siang gue tiba di lokasi latihan, yang entah kenapa dipindahkan ke kontrakan Thaher (di jarkoman awal di kontrakan Rhefa), dan.. Oh, ini toh para pemainnya. Konsep-konsep awal yang sudah gue imajinasikan sebelumnya di rumah tentang tukang tutut pun gue peragakan. Hasilnya, lumayan.. cukuplah bagi seorang tukang tutut yang hanya ilusi belaka.
Keesokan harinya dan H-2 MPF kami latihan lagi, puncak latihan atau gladi resik dilakukan pada malam sebelum pentas. Kami sempat ketar-ketir juga dengan berbagai persiapan, terutama properti, yang belum lengkap.
Setelah berbagai perjuangan dengan peran masing-masing, tibalah hari yang dinanti-nanti. Tadi,setelah peserta Techno-F shalat ashar, kami, akhirnya menampilkan hasil latihan kami selama kurang lebih sebulan (sebenarnya dalam sebulan itu cuma beberapa hari, sisanya cuti). Awalnya, kami mengkhawatirkan berbagai kemungkinan buruk yang terjadi saat pentas, seperti dicuekin penonton, jokes-nya nggak 'masuk' ke penonton, trouble yang terjadi dari kita sendiri,atau lebih parah lagi (yang ini paling sering gue pikirin)kalo drama kami dianggap tidak bermoral oleh panitia. =_="
Hehehe...
Well, syukurnya hal-hal tersebut nggak ada yang terjadi. Sebaliknya, teman-teman para penonton terlihat antusias. wow, rasa puas dan lega pun membuncah.Akhirnya.. Akhirnya.. dan akhirnya....
Pada acara pensi angkatan ini, berita awal yang kami dapat yakni bahwa panitia pun menampilkan pensi angkatannya, tapi ternyata tidak. Tadinya kami sempat berpikir, kalau angkatan atas harus menampilkan pensi juga, berarti kemungkinan besar orang-orang yang menjadi wakil dari angkatan kami ya kami-kami lagi.
Tunggu...Tunggu...! Lagi?????
*mati _-_
Dewan Pensi Kehormatan: Rhefa, Naufal S, Naufal B (Behel), Delmar, Thaher, Dewi, Mimma, Dila, Dara, Uci, Indri, Zefika, Devi, Ary, Prakoso, Hilman, Jamhari, Harry,dan saya sendiri.
MPF (Masa Perkenalan Fakultas) merupakan masa-masa yang penuh tugas, mulai dari tugas individual,kelompok/ AK, Marga, dan bahkan angkatan. Untuk tugas angkatan bisa dikatakan tugas yang paling berat, karena ada banyak kepala yang harus diatur. Kali ini, panitia dari divisi Tim Kreatif menugaskan kami untuk membuat sebuah pensi angkatan. Dengan Rhefa sebagai koordinator sekaligus sutradara drama untuk pensi, bergabunglah 20 relawan dari Fateta 48 yang mengorbankan waktu liburannya untuk latihan (walaupun setiap latihan nggak selalu lengkap). Gue pribadi, yang nggak ikut saat pembuatan konsep awal, penempatan peran, dan dubbing, cukup khawatir saat pertama ikut latihan. Walaupun gue selalu mendapat update-an berita-berita dan file-file yang di perlukan dari Rhefa,tapi tetap aja,gue nggak tau muka lawan-lawan main gue (selain Rhefa dan Devi yang se-AK dan anak-anak ITP tentunya), dan gue nggak tau juga sikon disana. Selain itu,awalnya gue juga cukup khawatir saat membaca naskah. It's ok, gue sadar kalo gue gabut diawal dan konsekuensinya adalah gue harus menerima peran apapun yang dilemparkan ke gue. Hanya saja, kenapa harus jadi penjual *tutut???? _-_
*tutut:hewan aneh sejenis keong yang biasanya ditemukan di sawah. Dapat menimbulkan efek aneh dan trauma mendalam jika salah mengolah dan/atau mengonsumsi diatas porsi yang wajar (berdasarkan pengalaman pribadi saat mengikuti acara lapang di Halimun).
Awalnya (lagi), gue sempat ragu untuk meneruskan keikutsertaan gue karena sulitnya mencari waktu untuk latihan di Bogor terutama disaat libur bulan puasa seperti ini, ketika gue harus bantuin ibu gue memroduksi dan mendistribusikan pastry-pastry ta'jilan brand-nya. Untungnya, hal tersebut dapat diatasi. Tanggal 11 Agustus 2012, gue latihan perdana. Gue datang ke Bogor langsung dari Cikarang Baru hari itu juga. Sialnya, gue kesiangan dan kejebak macet di tol bersama puluhan (atau jangan-jangan ratusan???)kontainer dari berbagai jenis pabrik di Cikarang, resiko tinggal di kota industri. Akhirnya, jam 1 siang gue tiba di lokasi latihan, yang entah kenapa dipindahkan ke kontrakan Thaher (di jarkoman awal di kontrakan Rhefa), dan.. Oh, ini toh para pemainnya. Konsep-konsep awal yang sudah gue imajinasikan sebelumnya di rumah tentang tukang tutut pun gue peragakan. Hasilnya, lumayan.. cukuplah bagi seorang tukang tutut yang hanya ilusi belaka.
Keesokan harinya dan H-2 MPF kami latihan lagi, puncak latihan atau gladi resik dilakukan pada malam sebelum pentas. Kami sempat ketar-ketir juga dengan berbagai persiapan, terutama properti, yang belum lengkap.
Setelah berbagai perjuangan dengan peran masing-masing, tibalah hari yang dinanti-nanti. Tadi,setelah peserta Techno-F shalat ashar, kami, akhirnya menampilkan hasil latihan kami selama kurang lebih sebulan (sebenarnya dalam sebulan itu cuma beberapa hari, sisanya cuti). Awalnya, kami mengkhawatirkan berbagai kemungkinan buruk yang terjadi saat pentas, seperti dicuekin penonton, jokes-nya nggak 'masuk' ke penonton, trouble yang terjadi dari kita sendiri,atau lebih parah lagi (yang ini paling sering gue pikirin)kalo drama kami dianggap tidak bermoral oleh panitia. =_="
Hehehe...
Well, syukurnya hal-hal tersebut nggak ada yang terjadi. Sebaliknya, teman-teman para penonton terlihat antusias. wow, rasa puas dan lega pun membuncah.Akhirnya.. Akhirnya.. dan akhirnya....
Pada acara pensi angkatan ini, berita awal yang kami dapat yakni bahwa panitia pun menampilkan pensi angkatannya, tapi ternyata tidak. Tadinya kami sempat berpikir, kalau angkatan atas harus menampilkan pensi juga, berarti kemungkinan besar orang-orang yang menjadi wakil dari angkatan kami ya kami-kami lagi.
Tunggu...Tunggu...! Lagi?????
*mati _-_
Dewan Pensi Kehormatan: Rhefa, Naufal S, Naufal B (Behel), Delmar, Thaher, Dewi, Mimma, Dila, Dara, Uci, Indri, Zefika, Devi, Ary, Prakoso, Hilman, Jamhari, Harry,dan saya sendiri.
Friday, August 17, 2012
Dirgahayu ke-67 Republik Indonesia!
Happy Independence Day, RI!
May Allah SWT Bless our Country,and Give us His Salvation.. ^_^
Aamiin..
17 Agustus hari ini, mungkin termasuk 17 Agustus yang tersepi jika dibandingkan dengan 17-an tahun-tahun lalu, terutama di kota-kota besar (kisaran Jabodetabek). Pasalnya, 17 tahun ini bertepatan dengan H-2 lebaran atau saat arus mudik sedang padat-padatnya. Saya cukup kasihan melihat tukang-tukang penjual bendera, yang biasa beroperasi special hanya di bulan Agustus, sepi pembeli. Tapi, kalau memang para pelanggan mereka pulang kampong, seharusnya hal yang terjadi kepada para penjual bendera di daerah-daerah atau di kampung-kampung justru sebaliknya bukan? 17 Agustus tahun ini mengingatkan saya kepada hari kemerdekaan RI yang sesungguhnya, yakni pada tahun 1945, karena baik tahun ini maupun tahun 1945 17 Agustus jatuh pada bulan Ramadhan hari Jumat. Tapi, saya rasa para pejuang saat itu tidak sedang memikirkan soal mudik.
Tanggal 17 Agustus pagi, sekitar jam 09.30, hamper semua stasiun televisi menayangkan liputan khusus Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih, live from State Palace. Tak pernah saya menonton liputan ini dengan lengkap sebelumnya karena biasanya, di waktu yang sama pada tahun-tahun sebelumnya, saya selalu sedang melakukan upacara bendera juga. Rasanya, semenjak bersekolah, inilah kali pertama saya tidak melakukan upacara bendera.
Saya sangat tertarik dengan liputan kehidupan para purna paskibraka-nya yang rata-rata berasal dari keluarga ekonomi menengah kebawah. Saya juga cukup tertegun dengan usia mereka. Rata-rata mereka merupakan kelahiran tahun 1995, atau 2 tahun dibawah saya. Wow, secepat itukah? Maksud saya, rasanya baru kemarin saya mengagumi kakak-kakak paskibraka di layar televisi. Mereka mampu bergerak dengan patah-patah sempurna sekaligus anggun dan luwes. Lalu tiba-tiba saya sosok-sosok itu di televisi telah berubah menjadi adik-adik yang sangat dibanggakan. Ah, betapa waktu cepat berputar. Saya tiba-tiba saja berpikir, akankah bangsa Indonesia sanggup mengalahkan kecepatan itu? Semoga saja.
Dirgahayu ke-67 Republik Indonesia!
May Allah SWT Bless our Country,and Give us His Salvation.. ^_^
Aamiin..
17 Agustus hari ini, mungkin termasuk 17 Agustus yang tersepi jika dibandingkan dengan 17-an tahun-tahun lalu, terutama di kota-kota besar (kisaran Jabodetabek). Pasalnya, 17 tahun ini bertepatan dengan H-2 lebaran atau saat arus mudik sedang padat-padatnya. Saya cukup kasihan melihat tukang-tukang penjual bendera, yang biasa beroperasi special hanya di bulan Agustus, sepi pembeli. Tapi, kalau memang para pelanggan mereka pulang kampong, seharusnya hal yang terjadi kepada para penjual bendera di daerah-daerah atau di kampung-kampung justru sebaliknya bukan? 17 Agustus tahun ini mengingatkan saya kepada hari kemerdekaan RI yang sesungguhnya, yakni pada tahun 1945, karena baik tahun ini maupun tahun 1945 17 Agustus jatuh pada bulan Ramadhan hari Jumat. Tapi, saya rasa para pejuang saat itu tidak sedang memikirkan soal mudik.
Tanggal 17 Agustus pagi, sekitar jam 09.30, hamper semua stasiun televisi menayangkan liputan khusus Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih, live from State Palace. Tak pernah saya menonton liputan ini dengan lengkap sebelumnya karena biasanya, di waktu yang sama pada tahun-tahun sebelumnya, saya selalu sedang melakukan upacara bendera juga. Rasanya, semenjak bersekolah, inilah kali pertama saya tidak melakukan upacara bendera.
Saya sangat tertarik dengan liputan kehidupan para purna paskibraka-nya yang rata-rata berasal dari keluarga ekonomi menengah kebawah. Saya juga cukup tertegun dengan usia mereka. Rata-rata mereka merupakan kelahiran tahun 1995, atau 2 tahun dibawah saya. Wow, secepat itukah? Maksud saya, rasanya baru kemarin saya mengagumi kakak-kakak paskibraka di layar televisi. Mereka mampu bergerak dengan patah-patah sempurna sekaligus anggun dan luwes. Lalu tiba-tiba saya sosok-sosok itu di televisi telah berubah menjadi adik-adik yang sangat dibanggakan. Ah, betapa waktu cepat berputar. Saya tiba-tiba saja berpikir, akankah bangsa Indonesia sanggup mengalahkan kecepatan itu? Semoga saja.
Dirgahayu ke-67 Republik Indonesia!
Tuesday, March 13, 2012
Who Else?
Setiap orang pasti pernah mangambil keputusan yang salah. Terkadang keputusan itu keputusan kecil yang juga berdampak kecil, namun ada pula keputusan yang terlihat sepele tetapi memberikan efek berkepanjangan. Yang terkadang membuat bingung adalah, ketika kita tahu bahwa kita mengambil keputusan yang salah, sementara ada pihak lain yang juga terlibat, bagaimana cara menyelesaikan permasalahan tersebut?
Kadang kita baru menyadari bahwa keputusan yang kita ambil ternyata kurang syar’i. Lalu apa yang harus kita lakukan? Apa kita harus langsung berbelok? Lantas bagaimana nasib orang-orang yang terlibat dengan kita? Akan ditinggalkan? Atau kita to the point bahwa keputusan yang telah dilakukan bersama-sama lalu itu salah?
Menyendiri, memberi kita ruang untuk berpikir seraya menenangkan pikiran kita dari berbagai macam masalah dan ujian yang datang tiada henti. Kadang kita bisa mendapat ide, ilham, solusi atas permasalahan kita dari proses perenungan tersebut. Namun, jika permasalahan itu sudah sedemikian pelik, sebaiknya hindari prosesi menyendiri ini karena dapat membuat kita lebih tertekan. Sebaiknya, ajak sahabat yang kira-kira memiliki solusi atas permasalahan kita dan jangan lupa sambil selalu berdoa kepada Alah SWT.
Memang, terkadang ada pula situasi ketika kita merasa tak memiliki seseorang yang kira-kira bisa meringankan beban kita dan memberikan solusi atas permasalahan kita. Munkin kita bisa saja bercerita untuk hanya sekadar mengurangi beban, tapi… ah… kembali ke pribadi masing-masing…. Toh penyelesaian yang akan diambil oleh tiap orang pasti akan berbeda. Ada orang yang selalu meminta bantuan orang lain, ada yang selalu menyelesaikan masalahnya sendiri, dan ada pula yang lebih suka menikmati rasa sakit itu sendiri tanpa penyelesaian yang tak pasti kapan. Tapi… seperti penyakit yang selalu diciptakan berpasangan dengan obatnya, masalah pun selalu memiliki solusinyanya masing-masing… kalau bukan kita yang menyelesaikan masalah kita masing-masing, siapa lagi?
Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita…..
Kadang kita baru menyadari bahwa keputusan yang kita ambil ternyata kurang syar’i. Lalu apa yang harus kita lakukan? Apa kita harus langsung berbelok? Lantas bagaimana nasib orang-orang yang terlibat dengan kita? Akan ditinggalkan? Atau kita to the point bahwa keputusan yang telah dilakukan bersama-sama lalu itu salah?
Menyendiri, memberi kita ruang untuk berpikir seraya menenangkan pikiran kita dari berbagai macam masalah dan ujian yang datang tiada henti. Kadang kita bisa mendapat ide, ilham, solusi atas permasalahan kita dari proses perenungan tersebut. Namun, jika permasalahan itu sudah sedemikian pelik, sebaiknya hindari prosesi menyendiri ini karena dapat membuat kita lebih tertekan. Sebaiknya, ajak sahabat yang kira-kira memiliki solusi atas permasalahan kita dan jangan lupa sambil selalu berdoa kepada Alah SWT.
Memang, terkadang ada pula situasi ketika kita merasa tak memiliki seseorang yang kira-kira bisa meringankan beban kita dan memberikan solusi atas permasalahan kita. Munkin kita bisa saja bercerita untuk hanya sekadar mengurangi beban, tapi… ah… kembali ke pribadi masing-masing…. Toh penyelesaian yang akan diambil oleh tiap orang pasti akan berbeda. Ada orang yang selalu meminta bantuan orang lain, ada yang selalu menyelesaikan masalahnya sendiri, dan ada pula yang lebih suka menikmati rasa sakit itu sendiri tanpa penyelesaian yang tak pasti kapan. Tapi… seperti penyakit yang selalu diciptakan berpasangan dengan obatnya, masalah pun selalu memiliki solusinyanya masing-masing… kalau bukan kita yang menyelesaikan masalah kita masing-masing, siapa lagi?
Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita…..
Subscribe to:
Comments (Atom)